Yogyakarta menjadi tema liburan impulsif saya pada tanggal 3-8 April 2013. Dimulai dari menjadi panitia dadakan membantu teman-teman @kopikeliling yang mengadakan #Kopling7 di Kedai Kebun Forum, sampai akhirnya melakukan wisata makan yang saya lakukan selama mengisi sisa hari di Yogya.
Saya sengaja memisahkan diri dan menginap di Hotel Pop yang berada di kawasan Tugu. Selain karena strategis, tentunya cukup memuaskan dari segi kenyamanan untuk saya yang memang terbiasa untuk menghabiskan waktu sendiri saja.
Untuk kisaran harga pun cukup bersahabat, saya mendapatkan harga 288 ribu rupiah untuk weekdays dan 328 ribu rupiah untuk weekend.
Berikut beberapa tempat yang sempat saya kunjungi dan rasanya wajib untuk saya rekomendasi. Bicara selera, mungkin saja berbeda namun semoga rekomendasi ini bisa memberikan ide dan sedikit membantu teman-teman yang ingin berwisata (makan) di Yogyakarta.
jeJamuran

(Sate jamur, Telur dadar jamur, Jamur portabella goreng tepung, Jamur bakar pedas)
Yang juga menarik dari jeJamuran adalah tempat ini memiliki laboratorium untuk budidaya jamur. Sesuai dengan nama dari tempat ini, maka hampir sebagian besar menu yang tersedia menggunakan jamur sebagai bahan bakunya.
Empat menu diatas merupakan sebagian dari total delapan menu yang saya pesan. Menurut saya empat menu ini dapat mewakili selera yang beragam. Telur dadar dengan potongan jamur yang tebal, sate jamur yang gurih dengan bumbu kacang yang sedap, jamur goreng yang garing di luar namun empuk di dalam dan juga jamur bakar pedas yang masih menyisakan harum sisa bakaran wajib untuk anda pesan saat berkunjung ke tempat ini.
Total biaya untuk sekitar delapan menu yang saya pesan, ditambah tiga piring nasi dan juga tiga jenis minuman hanya menghabiskan biaya sekitar 120 ribu saja.
jeJamuran
Reservasi (0274) 868170
Lokasi Niron Pandowoharjo ( Sebelah Utara Perempatan Beran ) Sleman, Yogyakarta.
Harga 15-30 ribu rupiah/orang
Milas Vegetarian Restaurant

(Veggie curry, Steak tempe, Pancake bayam, Apple pie)
Kari yang tidak kental dengan paduan kacang tanah dan sayur-sayuran, terasa hangat dan pas sekali disajikan dengan nasi putih. Rasa gurih yang tidak terlalu, berpadu dengan kuah kari yang ringan di lidah membuat saya hampir membatalkan steak tempe saya lalu berpaling ke menu ini.
Sementara tempe yang diolah dan dibentuk menyerupai steak, diberi bumbu yang minim sehingga rasa asin dari garam dan manis dari saus bawang dan jamur mampu membantu menghilangkan rasa dan bau khas yang biasanya didapatkan dari makanan berbahan dasar kedelai.
Untuk anda penggemar makanan yang creamy, jangan lewatkan pancake bayam di tempat ini. Saus keju yang melimpah dan memiliki rasa seperti saus bechamel yang biasa digunakan untuk lasagna, bayam dan kulit pancake yang lembut menjadi sebuah kombinasi yang nikmat dalam setiap suapan.
Sebagai penutup, make lengkap rasanya untuk memilih apple pie dengan manis yang sopan dipadukan dengan lelehan es krim vanilla.
Milas Vegetarian Restaurant
Lokasi Jl. Prawirotaman IV/127 B, Yogyakarta.
Harga 35-40 ribu rupiah/orang
Gudeg cukupan “batas kota”
Saya mendatangi tempat ini saat menjelang pagi. Pukul dua, tidak menyurutkan niat saya untuk mencoba nasi gudeg yang termasuk dalam jenis gudeg basahan.
Saya memesan satu nasi gudeg ayam suwir tanpa telur untuk dinikmati berdua dengan teman saya. Apa perbedaan gudeg basahan ini dengan gudeg Jogja lainnya? Selain memiliki rasa manis yang lebih bersahabat, maka nasi putih disajikan dengan sedikit kuah dari krecek dan areh.
Untuk saya gudeg basahan ini jauh lebih gurih dan nikmat dibandingkan gudeg Jogja yang umumnya kering dan memiliki rasa yang sangat manis. Saya sedikit terkejut tentunya saat mengatakan menginginkan ayam suwir, spontan Ibu penjual gudeg meremas ayam dengan tangan kosong sampai daging ayam menjadi bentuk suwiran. Ah unik sekali :) kejutan-kejutan seperti ini kerap saya temukan saat wisata makan di luar Jakarta.

Gudeg Cukupan “Batas Kota”
Lokasi Jl. Solo, depan Hotel Saphir (Barat gapura batas kota Jogjakarta)
Harga 12 ribu rupiah
Jam beroperasi setelah jam 10 malam
Sate Klathak Pak Bari
Sate klathak Pak Bari berlokasi di dalam Pasar Wonokromo. Pasar ini tidak beroperasi saat malam, sehingga hanya menyisakan beberapa penjual sate klathak yang juga masih kerabat dengan Pak Bari.
Sate klathak sendiri menggunakan tusuk dari besi dan menggunakan daging kambing yang hanya dibumbui dengan garam lalu dibakar menggunakan arang
Meskipun minim bumbu, namun wangi khas bakaran mampu menghilangkan aroma khas daging kambing.
Tidak lupa saya memesan tongseng daging dan tongseng campur. Untuk tongseng daging, terdiri dari potongan daging kambing dengan kuah tongseng yang berbeda dengan tongseng campur (jeroan).
Kuah tongseng campur disajikan sangat kental dengan rasa manis yang dominan dari kecap manis. Saya sendiri lebih menyukai tongseng daging.

Sate Klathak Pak Bari
Lokasi Pasar Desa Wonokromo, Pleret. Bantul, Yogyakarta.
Harga kisaran 30-45ribu untuk sate dan tongseng.
Telfon 081328800165
Jangan lewatkan juga beberapa jajanan di bawah ini saat berkunjung ke Yogyakarta
1. Lemper kukus tradisional di Mirota Bakery
Jl. FM. Noto No. 7 Kotabaru
Harga: 3300 rupiah
Lemper bungkus daun yang terbuat dari ketan dengan isi daging ayam. Untuk tekstur dan rasa menyerupai bacang, lemper tradisional ini sudah mulai jarang ditemukan di berbagai tempat di Jakarta.
Sempatkan juga untuk mampir ke rumah makan Raminten yang terletak tepat di sebelah Mirota Bakery. Anda akan terkejut dengan daftar harga dan porsi makanan ekstra besar yang disajikan. Rekomendasi saya, berbagai es campur ukuran jumbo seharga kisaran 14 ribuan.
2. Bakpia Kurnia sari
- Jln Glagah Sari 91C Jogjakarta. Telp. (0274) 380502
- Jln Glagah Sari 112 Jogjakarta Telp (0274) 375030
Harga:
- Isi 15 = Rp 25.000,-
- Isi 20 = Rp 30.000,-
Bakpia ini sangat berbeda dari bakpia manapun yang pernah saya coba. Biasanya saya hanya menyukai bakpia isi kacang hijau, namun ternyata saya jatuh cinta dengan bakpia isi keju dengan adonan isi yang hmmmm sedikit kenyal dengan rasa manis yang cukup dan tidak berlebihan.
Isi kacang hijau juga tidak kalah enaknya. Ukuran bakpia yang lebih besar dan lebih pipih tidak membuat saya ragu untuk terus mengunyah dan menikmati setiap gigitan.
Saya masih penasaran sampai hari ini dengan rasa lainnya, yaitu kumbu hitam, susu dan coklat.
Penginapan
Untuk Anda yang ingin menikmati Yogyakarta namun dengan budget terbatas, maka sepanjang kawasan Tirtodipuran menyediakan berbagai guest house dengan biaya beragam mulai dari 100-300ribu/malam. Jangan ragu untuk mendatangi satu persatu dan memilih sesuai selera Anda.
Transportasi
Sewa Mobil
Selain berjalan kaki, maka alternatif lain yang dapat Anda gunakan adalah menyewa mobil. Tentukan tujuan anda selama satu hari (12 jam), biaya sewa mobil (minimal avanza) berkisar sekitar 275 ribu sudah dengan supir. Biaya tambahan lain adalah untuk bensin dan juga uang makan.
Becak
Jika Anda ingin menggunakan becak, namun kurang ahli dalam hal tawar-menawar, maka gunakan becak yang berada di sekitar area hotel kawasan tugu/malioboro. Ciri khas dari becak ini, biasanya menggunakan logo dari hotel tempat biasa mereka menunggu pengunjung.
Tips ini saya dapatkan dari petugas hotel, bahwa harga becak yang bekerjasama dengan hotel biasanya sudah menerapkan tarif standart sesuai jarak pada umumnya.
Semoga beberapa tips dan rekomendasi ini dapat membantu Anda. Selamat berwisata dan menikmati keindahan Yogyakarta.