May192013

Sukiyaki Tikka Masala Fried Rice



Ingredients:

3 tbsp WORLDFOODS Indian Tikka Masala Stir-Fry Sauce

150 gram beef sukiyaki / sliced beef

3 tsp salt

¼ tsp black pepper powder

¼ tsp nutmeg powder

1 stalk of lemongrass, smashed

200 gram cooked rice

3 whole cloves

1 tbsp sweet soy sauce

30 gram onion, roughly chopped

100 gram red bell pepper, diced

1 tbsp canola oil

 

Spice Paste:

2 whole shallot

3 round garlic

1 tbsp canola oil

5 cm turmeric

5 cm ginger

1 pcs large red chili, deseeded

Blend all the ingredients in a food processor to a paste consistency.

 

 

Method:

1.     Heat the oil in a saucepan. Add in chopped onion, bell pepper, cloves and lemongrass until fragrant.

2.     Mix in the blended spice paste, keep stirring until fragrant.

3.     Add in the sliced beef, together with 1 tbsp of WORLDFOODS Indian Tikka Masala Stir Fry Sauce. Cooked up to medium doneness.

4.     Add in the cooked rice, salt, pepper, nutmeg and 2 tbsp of WORLDFOODS Indian Tikka Masala Stir-Fry Sauce.

5.     Stir gently until all the paste are well mixed. Serve warm.

Note: Use leftover rice that were kept in the refrigerator overnight to get a drier fried rice texture.

tbsp: table spoon

tsp: tea spoon


Photo by: Adityayoga ( http://adityayoga.com/ )

Art director: Kartika Jahja 

 

May142013

Nasi Goreng Sukiyaki Tikka Masala

Kegiatan paling menyenangkan dalam perjalanan akhir pekan saya salah satunya adalah untuk mencicipi beragam makanan di berbagai tempat bersama sekelompok teman-teman. Selama beberapa bulan terakhir aktivitas jelajah makan ini cukup menyita waktu saya, sehingga ada kesenangan tersendiri saat dapat menyempatkan waktu untuk kembali ke dapur dan berkutat dengan wajan dan oven.

Dimulai dengan perbincangan bersama sekelompok teman, saya terinspirasi untuk kembali membuat resep saya sendiri.

Tema hidangan kali ini adalah makanan berbahan dasar kari India. Karena tidak begitu familiar dengan bumbu kari India, maka mulailah saya membeli berbagai bumbu dapur  seperti cardamon, kapulaga, jinten dan cengkeh. Ranch Market pun saya singgahi, mulai dari Pondok indah, Dharmawangsa dan Kemang saya telusuri satu persatu.

Lucunya di tengah perjalanan, saya selalu terpaku pada bagian rak bumbu jadi yang siap untuk digunakan. Salah satu produk mencuri hati saya adalah berbagai seri bumbu jadi dari WORLFOODS. Gayungpun bersambut karena produk ini sesuai dengan kebutuhan saya, yaitu menggunakan natural ingredients, cocok untuk vegetarian dan tidak menggunakan bahan pengawet

Setelah mencoba bumbu ini, maka saya ingin berbagi resep praktis untuk teman-teman coba di rumah. Hanya dengan menambahkan sedikit ingredients lainnya, maka bumbu ini dapat diolah menjadi berbagai menu sesuai dengan selera teman-teman.  Waktu memasakpun menjadi lebih singkat, dan juga rindu saya untuk kembali ke dapur kembali dapat saya penuhi.

image 

Nasi Goreng Sukiyaki Tikka Masala



Bahan-bahan

Daging Sukiyaki 150 gram

Garam ½ sdt

WORLDFOODS Indian Tikka Masala Stir-Fry Sauce 3 sdm

Nasi 200 gram

Lada hitam ¼ sdt

Pala bubuk ¼ sdt

Sereh 1 batang ( Ambil bagian putih dan memarkan )

Cengkeh 3 butir

Kecap manis 1 sdm

Bawang Bombay 30 gram

Paprika merah 100 gram ( Potong kotak-kotak )



Bumbu halus:

Bawang merah 2 butir

Bawang putih  3 siung

Minyak Canola 1 sdm ( Dapat diganti dengan minyak sayur )

Kunyit 5 cm

Jahe 5cm

Cabai merah besar buang biji 1 buah



Metode:

  1. Panaskan 1 sdm minyak goreng, tumis bawang bombay, paprika, cengkeh dan sereh hingga harum. 
  2. Masukkan bumbu halus, aduk sesaat hingga harum kemudian masukkan daging Sukiyaki.
  3. Tambahkan 1 sdm saus WORLDFOODS Indian Tikka Masala Stir-Fry, kemudian aduk hingga merata hingga daging setengah matang.
  4. Masukkan nasi putih, tambahkan garam, kecap manis, lada, pala bubuk dan 2 sdm saus WORLDFOODS  Indian Tikka Masala.
  5. Aduk kembali hingga merata
  6. Sajikan



Keterangan:
Sdt: Sendok teh
Sdm: Sendok makan



Tips: Gunakan nasi yang sudah disimpan dalam lemari pendingin selama satu malam, untuk mendapatkan hasil nasi goreng yang lebih kering.

Terima kasih untuk Mas fotografer Adityayoga dan Mbak penata tampilan makanan Kartika Jahja sehingga resep ini menjadi semakin cantik saat diabadikan melalui mata lensa.

Psst, teman-teman saya ini juga sekaligus menjadi juru icip-icip untuk resep kali ini. Yuk, mari kenakan apron dan bertualang menyajikan hidangan kreasi Anda sendiri.



Photo by: Adityayoga http://adityayoga.com/ 

Art director: Kartika Jahja 

May72013

Jelajah Nusantara di Kaki Lima

image

Satu persatu tenda mulai didirikan. Meja-meja dan jajaran bangku dalam hitungan menit berbaris rapi. Susunan kompor sederhana mulai dinyalakan, tidak lama kemudian riuh suara tangan yang beradu dengan wajan bersaing dengan suara pengunjung yang datang.

Bicara makanan, maka terselip cerita pada setiap sajian. Dalam sepiring nasi goreng, semangkuk soto ayam, rawon dan beragam panganan lain memiliki kisah sejarah dan budaya yang panjang. Anda dapat menemukan lebih dari lima macam bumbu tradisional yang digunakan dalam satu sajian. Mulai dari pala, lada, serai, jahe, bawang putih dan merah yang berasal dari berbagai pulau di Indonesia.

Faktor kenyamanan atau kebersihan tidak lagi menjadi prioritas utama, melainkan ada kemewahan tersendiri saat dapat duduk berdesakan dengan pengunjung dari berbagai latar belakang pekerjaan dan mendengarkan bincang-bincang serta suara tawa dari kerumunan pengunjung. Belum lagi harga yang cenderung murah, rasa yang lezat dan tentunya porsi yang mengenyangkan. Semua berkumpul dengan satu alasan yang sama, yaitu perut yang lapar.

Jajanan kaki lima mulai menjadi salah satu tujuan wisata di berbagai daerah di Indonesia. Jika anda menggemari wisata makan, tentunya akan setuju bahwa makanan yang dijajakan di kaki lima memberikan sensasi rasa yang membuat hati selalu ingin kembali. Berbagai alasan seperti mengingatkan akan kampung halaman sampai dengan ritual penyajian yang langsung dapat disaksikan memiliki daya tarik tersendiri dan menjadi pelengkap pemandangan saat menikmati hidangan. Untuk jajanan kaki lima yang sudah berdiri tahunan lamanya juga memiliki keunggulan dengan menyajikan resep keluarga yang diwariskan secara turun temurun.

Jika anda ingin melihat kebudayaan dan adat dari masyarakat setempat, maka sempatkanlah untuk mencoba kawasan jajanan kaki lima pada wilayah di Indonesia yang Anda kunjungi.

Menurut saya, jajanan kaki lima masih menjadi juara dalam segi rasa. Melihat dari banyaknya pemburu jajanan yang rela menempuh jarak sejauh apapun untuk menikmati makanan buruannya. Belum lagi semakin banyaknya festival makanan yang menghimpun berbagai jajanan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Lain ladang, lain belalang. Beda kota maka berbeda pula karakter makanan di setiap daerah di Indonesia.

image

Jakarta merupakan salah satu kota yang menjadi surga jajanan kaki lima. Anda akan menemukan berbagai jajanan khas dari berbagai daerah di Indonesia. Siapa yang tidak mengenal kawasan lapangan Blok-S Kebayoran Baru yang beroperasi dari mulai pagi hingga malam hari, kawasan Mangga besar dengan deretan bubur lezatnya sampai dengan Kelapa Gading yang rasanya tidak akan cukup memuaskan selera makan Anda dalam satu kali kunjungan. Karakter jajanan di Jakarta lebih memiliki beragam warna, mengikuti banyaknya pendatang yang akhirnya memutuskan untuk bermukim di Jakarta.

Jajanan kaki lima di Jakarta dapat dikatakan masih menjadi kebutuhan utama dalam memenuhi kebutuhan makan sehari- hari. Faktor kesibukan yang menyita waktu menjadi langkah praktis saat terjebak kemacetan di jalan.

Berbeda halnya dengan kawasan jajanan kaki lima di Bandung yang didominasi dengan berbagai macam panganan dengan rasa yang gurih. Salah satu tempat legendaris yang sampai saat ini masih banyak dikunjungi di Bandung adalah warung perkedel bondon.

Antrian panjang akan terlihat saat Anda memasuki stasiun lama, tempat yang satu ini selalu ramai dikunjungi baik oleh masyarakat Bandung ataupun turis lokal. Uniknya tempat ini beroperasi menjelang tengah malam hingga menjelang pagi dan menyajikan menu utama perkedel kentang yang dimasak menggunakan tungku yang menggunakan kayu bakar. Perkedel bondon ini disajikan bersama dengan sambal terasi dan disajikan dengan nasi putih.


Sementara jajanan kaki lima di Yogyakarta lebih banyak didominasi oleh angkringan yang menjadi tempat berkumpul para anak muda untuk menghabiskan malam. Sempatkanlah untuk berkunjung ke kawasan Wijilan, saat anda ingin menikmati gudeg khas Yogyakarta yang cenderung kering dan manis dibandingkan dengan gudeg Solo yang memiliki rasa lebih gurih.

Angkringan yang menjadi ciri khas di Yogyakarta saat malam salah satunya adalah kopi jos. Kopi akan disajikan dengan cara yang unik yaitu dengan menambahkan arang panas ke dalam kopi hitam, yang akan menghasilkan kepulan asap dan bunyi mendesis.

Nikmati kopi jos ini dengan berbagai pilihan sate jamur, telur puyuh, usus, ati ampela dan juga berbagai gorengan yang disediakan sembari Anda duduk di lesehan dan menikmati suasana Yogya di malam hari.

image

 

Saat Anda berkunjung ke Yogyakarta, sempatkanlah untuk berkunjung ke Solo dan Semarang. Jajanan kaki lima di Solo banyak didominasi oleh tenda-tenda sederhana. Mulai dari pilihan gudeg ceker, nasi liwet keprabon, cabuk rambak sampai dengan tengkleng akan memuaskan selera makan Anda. Lokasi jajanan kaki lima ini menyebar, namun lebih banyak berlokasi di sekitar gedung pemerintahan, rumah sakit, stasiun dan sekolah. 

 

Sedangkan untuk jajanan di kota Semarang didominasi oleh warung-warung sederhana dengan karakter peranakan sebagai sajiannya. Mulai dari lumpia Semarang, Mochi, tahu gimbal, tahu petis dan juga pecel bantal dimana pecel akan disajikan di atas sejenis martabak dan menggunakan pincuk sebagai wadah untuk menyajikan.

 

Masih banyak lokasi lainnya di Indonesia yang menyajikan sajian lokal yang akan memuaskan wisata makan Anda. Indonesia raya, Indonesia kaya. Nikmatilah jelajah Nusantara dalam setiap sajian dan temukan pengalaman menyenangkan Anda dalam setiap budaya setempat di Indonesia.

Mari berwisata melalui indera pengecap Anda. Selamat mencoba berbagai pengalaman yang berbeda dari setiap kota. Yuk kita keliling Indonesia. 

April262013

Wisata Yogyakarta

Yogyakarta menjadi tema liburan impulsif saya pada tanggal 3-8 April 2013. Dimulai dari menjadi panitia dadakan membantu teman-teman @kopikeliling yang mengadakan #Kopling7 di Kedai Kebun Forum, sampai akhirnya melakukan wisata makan yang saya lakukan selama mengisi sisa hari di Yogya. 

Saya sengaja memisahkan diri dan menginap di Hotel Pop yang berada di kawasan Tugu. Selain karena strategis, tentunya cukup memuaskan dari segi kenyamanan untuk saya yang memang terbiasa untuk menghabiskan waktu sendiri saja.

Untuk kisaran harga pun cukup bersahabat, saya mendapatkan harga 288 ribu rupiah untuk weekdays dan 328 ribu rupiah untuk weekend.

Berikut beberapa tempat yang sempat saya kunjungi dan rasanya wajib untuk saya rekomendasi. Bicara selera, mungkin saja berbeda namun semoga rekomendasi ini bisa memberikan ide dan sedikit membantu teman-teman yang ingin berwisata (makan) di Yogyakarta.



jeJamuran

image

(Sate jamur, Telur dadar jamur, Jamur portabella goreng tepung, Jamur bakar pedas)

Yang juga menarik dari jeJamuran adalah tempat ini memiliki laboratorium untuk budidaya jamur. Sesuai dengan nama dari tempat ini, maka hampir sebagian besar menu yang tersedia menggunakan jamur sebagai bahan bakunya. 

Empat menu diatas merupakan sebagian dari total delapan menu yang saya pesan. Menurut saya empat menu ini dapat mewakili selera yang beragam. Telur dadar dengan potongan jamur yang tebal, sate jamur yang gurih dengan bumbu kacang yang sedap, jamur goreng yang garing di luar namun empuk di dalam dan juga jamur bakar pedas yang masih menyisakan harum sisa bakaran wajib untuk anda pesan saat berkunjung ke tempat ini. 

Total biaya untuk sekitar delapan menu yang saya pesan, ditambah tiga piring nasi dan juga tiga jenis minuman hanya menghabiskan biaya sekitar 120 ribu saja. 

jeJamuran

Reservasi (0274) 868170

Lokasi Niron Pandowoharjo ( Sebelah Utara Perempatan Beran ) Sleman, Yogyakarta.

Harga 15-30 ribu rupiah/orang




Milas Vegetarian Restaurant

image

(Veggie curry, Steak tempe, Pancake bayam, Apple pie)

Kari yang tidak kental dengan paduan kacang tanah dan sayur-sayuran, terasa hangat dan pas sekali disajikan dengan nasi putih. Rasa gurih yang tidak terlalu, berpadu dengan kuah kari yang ringan di lidah membuat saya hampir membatalkan steak tempe saya lalu berpaling ke menu ini.

Sementara tempe yang diolah dan dibentuk menyerupai steak, diberi bumbu yang minim sehingga rasa asin dari garam dan manis dari saus bawang dan jamur mampu membantu menghilangkan rasa dan bau khas yang biasanya didapatkan dari makanan berbahan dasar kedelai. 

Untuk anda penggemar makanan yang creamy, jangan lewatkan pancake bayam di tempat ini. Saus keju yang melimpah dan memiliki rasa seperti saus bechamel yang biasa digunakan untuk lasagna, bayam dan kulit pancake yang lembut menjadi sebuah kombinasi yang nikmat dalam setiap suapan. 

Sebagai penutup, make lengkap rasanya untuk memilih apple pie dengan manis yang sopan dipadukan dengan lelehan es krim vanilla. 

Milas Vegetarian Restaurant

Lokasi  Jl. Prawirotaman IV/127 B, Yogyakarta.

Harga 35-40 ribu rupiah/orang




Gudeg cukupan “batas kota”

Saya mendatangi tempat ini saat menjelang pagi. Pukul dua, tidak menyurutkan niat saya untuk mencoba nasi gudeg yang termasuk dalam jenis gudeg basahan. 

Saya memesan satu nasi gudeg ayam suwir tanpa telur untuk dinikmati berdua dengan teman saya. Apa perbedaan gudeg basahan ini dengan gudeg Jogja lainnya? Selain memiliki rasa manis yang lebih bersahabat, maka nasi putih disajikan dengan sedikit kuah dari krecek dan areh.

Untuk saya gudeg basahan ini jauh lebih gurih dan nikmat dibandingkan gudeg Jogja yang umumnya kering dan memiliki rasa yang sangat manis. Saya sedikit terkejut tentunya saat mengatakan menginginkan ayam suwir, spontan Ibu penjual gudeg meremas ayam dengan tangan kosong sampai daging ayam menjadi bentuk suwiran. Ah unik sekali :) kejutan-kejutan seperti ini kerap saya temukan saat wisata makan di luar Jakarta. 

image

Gudeg Cukupan “Batas Kota”

Lokasi Jl. Solo, depan Hotel Saphir (Barat gapura batas kota Jogjakarta)

Harga 12 ribu rupiah 

Jam beroperasi setelah jam 10 malam





Sate Klathak Pak Bari


Sate klathak Pak Bari berlokasi di dalam Pasar Wonokromo. Pasar ini tidak beroperasi saat malam, sehingga hanya menyisakan beberapa penjual sate klathak yang juga masih kerabat dengan Pak Bari. 

Sate klathak sendiri menggunakan tusuk dari besi dan menggunakan daging kambing yang hanya dibumbui dengan garam lalu dibakar menggunakan arang

Meskipun minim bumbu, namun wangi khas bakaran mampu menghilangkan aroma khas daging kambing. 

Tidak lupa saya memesan tongseng daging dan tongseng campur. Untuk tongseng daging, terdiri dari potongan daging kambing dengan kuah tongseng yang berbeda dengan tongseng campur (jeroan). 

Kuah tongseng campur disajikan sangat kental dengan rasa manis yang dominan dari kecap manis. Saya sendiri lebih menyukai tongseng daging.

image

Sate Klathak Pak Bari

Lokasi Pasar Desa Wonokromo, Pleret. Bantul, Yogyakarta.

Harga kisaran 30-45ribu untuk sate dan tongseng. 

Telfon 081328800165



Jangan lewatkan juga beberapa jajanan di bawah ini saat berkunjung ke Yogyakarta



1. Lemper kukus tradisional di Mirota Bakery 

Jl. FM. Noto No. 7 Kotabaru

Harga: 3300 rupiah

Lemper bungkus daun yang terbuat dari ketan dengan isi daging ayam. Untuk tekstur dan rasa menyerupai bacang, lemper tradisional ini sudah mulai jarang ditemukan di berbagai tempat di Jakarta. 

Sempatkan juga untuk mampir ke rumah makan Raminten yang terletak tepat di sebelah Mirota Bakery. Anda akan terkejut dengan daftar harga dan porsi makanan ekstra besar yang disajikan. Rekomendasi saya, berbagai es campur ukuran jumbo seharga kisaran 14 ribuan. 



2. Bakpia Kurnia sari

- Jln Glagah Sari 91C Jogjakarta. Telp. (0274) 380502
- Jln Glagah Sari 112 Jogjakarta Telp (0274) 375030

Harga:

- Isi 15 = Rp 25.000,-

- Isi 20 = Rp 30.000,-

Bakpia ini sangat berbeda dari bakpia manapun yang pernah saya coba. Biasanya saya hanya menyukai bakpia isi kacang hijau, namun ternyata saya jatuh cinta dengan bakpia isi keju dengan adonan isi yang hmmmm sedikit kenyal dengan rasa manis yang cukup dan tidak berlebihan. 

Isi kacang hijau juga tidak kalah enaknya. Ukuran bakpia yang lebih besar dan lebih pipih tidak membuat saya ragu untuk terus mengunyah dan menikmati setiap gigitan.

Saya masih penasaran sampai hari ini dengan rasa lainnya, yaitu kumbu hitam, susu dan coklat. 



Penginapan 

Untuk Anda yang ingin menikmati Yogyakarta namun dengan budget terbatas, maka sepanjang kawasan Tirtodipuran menyediakan berbagai guest house dengan biaya beragam mulai dari 100-300ribu/malam. Jangan ragu untuk mendatangi satu persatu dan memilih sesuai selera Anda.



Transportasi

Sewa Mobil

Selain berjalan kaki, maka alternatif lain yang dapat Anda gunakan adalah menyewa mobil. Tentukan tujuan anda selama satu hari (12 jam), biaya sewa mobil (minimal avanza) berkisar sekitar 275 ribu sudah dengan supir. Biaya tambahan lain adalah untuk bensin dan juga uang makan. 



Becak

Jika Anda ingin menggunakan becak, namun kurang ahli dalam hal tawar-menawar, maka gunakan becak yang berada di sekitar area hotel kawasan tugu/malioboro. Ciri khas dari becak ini, biasanya menggunakan logo dari hotel tempat biasa mereka menunggu pengunjung. 

Tips ini saya dapatkan dari petugas hotel, bahwa harga becak yang bekerjasama dengan hotel biasanya sudah menerapkan tarif standart sesuai jarak pada umumnya. 



Semoga beberapa tips dan rekomendasi ini dapat membantu Anda. Selamat berwisata dan menikmati keindahan Yogyakarta. 




March72013

Kedai Tjikini 17

Tempat ini memiliki konsep yang tidak neko-neko. Seperti pulang ke rumah eyang, tempat ini membuat saya kembali mengingat masa kecil saya. 

Beberapa menu makanan yang menghiasi papan tulis terlihat begitu memasuki Kedai ini. Beragam pilihan makanan mulai dari lontong cap gomeh, kimlo, ketan hitam dan makanan tradisional serta berbagai pilihan wedang juga dapat ditemukan dalam daftar menu. 

Nah, berikut adalah tiga rekomendasi menu yang membuat saya ingin kembali lagi untuk mencoba menu lainnya.

1. Ketan Serundeng 

image

Tekstur ketan yang tidak terlalu keras atau pun lembek perlahan memasuki mulut saya. Suapan demi suapan ketan yang lembut dan hangat saya nikmati sepenuh hati. Serundeng yang awalnya saya bayangkan akan terasa asin seperti umumnya saya temukan di tempat lain, ternyata memiliki perpaduan yang pas antara rasa asin dan gurih dari rempah-rempah yang digunakan. Hmmmm, mengunyah bahagia tahap pertama selesai saat satu piring galantine tersaji di hadapan saya. 

2. Galantine

Galantine merupakan perpaduan antara daging ayam dan daging cincang, dibumbui kemudian dilapisi dengan tepung dan digoreng. 

Untuk penyuka rolade, maka tentunya akan menyukai menu yang satu ini. Galantine yang disajikan dengan saus dari bahan dasar kaldu daging ini langsung mencuri hati saya setelah sebelumnya ketan serundeng menduduki peringkat pertama. 

image

3. Ayam kodok

Ayam kodok merupakan tujuan awal untuk berkunjung ke Kedai Tjikini. Hidangan yang satu ini membutuhkan ketekunan dalam proses pembuatannya. Dari mulai menguliti ayam, mengolah adonan isi, memasukkan perlahan pada kulit ayam sampai kemudian kulit ayam yang sudah diisi oleh adonan tadi dijahit lalu dipanggang sebelum disajikan.

Penasaran seperti apa rasa dan bentuk dari ayam kodok? Maka Kedai Tjikini merupakan salah satu tempat yang saya rekomendasi. 

image

Sebagai minuman pendamping makan malam, saya memesan es gula asam. Yang tidak kalah menarik, tempat ini menyediakan badak dalam botol. Badak bukan sembarang badak, melainkan minuman bersoda yang telah diproduksi di Indonesia sejak tahun 1916. Minuman ini cukup langka, sejauh ini baru saya temukan di tiga resto kawasan Jakarta. 

Kedai Tjikini memiliki dua area, yaitu area merokok dan bebas asap rokok. Tempat ini memberikan rasa nyaman dan tenang untuk bekerja atau berkumpul bersama teman-teman dan keluarga. Saya sendiri tidak sabar untuk kembali lagi, dan menghabiskan sore hari di tempat ini.

Yuk, ada yang mau bergabung? 

Kedai Tjikini 

Jl. Cikini Raya 17

Jakarta Pusat

Website : www.tjikini.com

Reservasi : 021-398.35094 atau 021-319.35521

Twitter : @tjikini

January12013

Hari ke-dua : Berburu Jajanan di Bandung

Setelah serangkaian gorengan yang saya coba di hari sebelumnya, maka pagi ini saya sukses mengalami food hangover. Saya memang terbiasa menjaga pola makan saya selama di Jakarta, sehingga pagi ini sepertinya tubuh saya kaget dengan perubahan pola makan yang tiba-tiba.  

Sarapan saya lewatkan dengan menghabiskan air mineral botol, begitupun dengan makan siang.

Sore haripun datang dan akhirnya wisata makan kembali saya lanjutkan. Tujuan pertama adalah mencoba Lomie di jalan Imam Bonjol Bandung. 

Lomie

image

Makanan yang saya pesan adalah Lomie bakso berhubung Lomie komplit yang berisi tambahan pangsit habis.

image

Satu mangkok Lomie dengan kuah kental dan suwiran daging ayam mendarat di meja saya. Lomie memiliki porsi yang cukup besar, dengan kuah yang kental dan sawi hijau yang melimpah. Niat awal yang tadinya hanya ingin “icip-icip” akhirya berubah menjadi menikmati semangkuk penuh mie yang disajikan dengan kuah kaldu dan rasa ebi yang kuat.

image

Lomie ini sedap sekali, kaya rasa dan suapan demi suapan saya nikmati dengan sepenuh hati.

Saya memasukkan Lomie ini menjadi salah satu jajanan yang wajib untuk anda coba saat berkunjung ke Bandung. Jika anda ingin berkunjung ke tempat ini, pastikan anda datang paling lambat jam 3 siang karena pujasera di jl. imam bonjol ini tutup sekitar jam 5 sore. 

Harga : Sekitar Rp.12.000,- / porsi

Setelah melewati ngopi-ngopi sore di sekitar kawasan braga, maka tempat tujuan selanjutnya adalah Rumah makan sate belut dan special belut. 

Sate belut dan special belut 

Karena saya belum pernah mencoba belut yang dimasak dengan cara Indonesia, maka datanglah saya ke rumah makan ini. 

3 menu belut saya pesan untuk makan tengah bersama dengan beberapa orang teman. 

image

Untuk teman-teman yang belum pernah mencoba belut maka mungkin kombinasi antara daging lele dengan ikan patin kurang lebih dapat menggambarkan tekstur dari daging belut.

Dari ketiga menu diatas, saya paling menyukai sate belut. Daging belut yang kenyal dibakar hingga kering dengan kecap manis, samar-samar rasa bawang putih dan pala menambah gurih menu yang satu ini. 

Sate Belut

image

Saya lebih menyukai sate ini tanpa bumbu kacang, agar rasa gurih dari daging dan bumbu tetap dominan.

Untuk pecel belut kering disajikan dengan sambal pedas sedang sesuai permintaan kami. Belut goreng ini nampaknya hanya dibumbui dengan garam dan bawang merah-putih saja. Sayangnya sambal yang disajikan di tempat ini memiliki rasa yang biasa-biasa saja, sehingga kurang dapat menonjolkan rasa dan tekstur belut yang gurih dan garing. 

Pecel belut kering

image

Special belut

image

Untuk special belut masih menyisakan sedikit bau khas seperti yang biasa terdapat pada ikan air tawar.

Daging pada menu special belut ini cenderung basah sehingga saya lebih menyukai sate dan pecel belut kering karena bumbu yang digunakan dapat menghilangkan bau khas tersebut dan daging belut terasa lebih gurih.

Tidak ada yang terlalu istimewa dari tempat ini selain dari menu khusus belut yang disajikan, namun jika anda penasaran maka saya sarankan untuk mencoba sate belut dan pecel belut kering. 

Selamat mencoba!



Sate Belut dan Special Belut

Jl. Karapitan 22, Bandung. 

December22012

Pane del Giorno : Wheat for Life

Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi sebuah tempat baru yang terbilang unik di kawasan Lebak Bulus.

Pane del Giorno, sebuah ” toko roti ” yang menggabungkan konsep bakery dengan convenient shop. 

Pane del Giorno yang terletak di Jl. Lebak Bulus 1 ini merupakan cabang ke-lima dari cabang-cabang sebelumnya yang juga berada di Jakarta. 

Wheat for life, merupakan konsep yang diusung Pane del Giorno dalam penyajian roti yang hampir sebagian besar berbahan dasar gandum dan dari bahan-bahan lainnya yang berkualitas. 

Saat saya datang tempat ini belum sepenuhnya beroperasi, namun berbagai macam jenis roti tersaji pada rak-rak yang tersedia menanti untuk dicicipi. Dan saya berkesempatan menjadi salah satu pengunjung yang pertama mencicipi roti-roti ini. ( horee! )

Dari beragam jenis roti, saya mencoba wholegrain banana boat dan wholegrain cheese brioche. Yang dimaksud dengan wholegrain sendiri adalah roti ini terbuat keseluruhannya dari gandum. Aha! senang rasanya untuk tahu bahwa roti yang teksturnya lembut ini tidak hanya lezat tapi juga sehat untuk dikonsumsi.  

Sambil mengamati keseluruhan ruangan yang didominasi warna putih ini, saya juga sesekali mengintip kegiatan di area oven. 

Wih, adonan croissant menghampar menunggu untuk dipanggang. Saya memperhatikan jari-jari cekatan yang menyapukan semacam adonan kuning telur pada permukaan croissant sambil sesekali menghirup wangi roti yang baru saja matang.

Di bagian rak yang lain, saya menemukan beberapa macam kue basah kesukaan saya. Keripik, snack, tiramisu, bermacam jenis kopi, cold sandwich sampai dengan makanan siap saji tersedia juga di tempat ini.

Ah, ini menyenangkan untuk saya yang hobi ngemil. Ditambah dengan fasilitas wifi yang pastinya dapat menemani saya menyelesaikan tumpukan deadline. Hmmm, berhubung tempat ini buka dari jam 5.30-22.00, sepertinya saya akan datang kembali untuk sarapan. Ada yang mau menemani saya? Yuk, traktir saya kopi dan croissant ayam jamur :D



Pane del Giorno 

Jl. Lebak Bulus 1 no. 32 

Cilandak Barat 

Jakarta Selatan 

Telfon : 021-7591 6547

Website : www.panedelgiorno.com

Twitter : @PaneDelGiorno

November282012

Anonymous asked: mba mau pesen kue mungkin untuk sekitar 450 kue (3 macem) bisa minta no telp nya? thanx

Halo, selamat pagi. :) maaf saya baru membuka tumblr saya. Untuk kue apa ya?

November172012

Creamy Macaroni Schotel

Bahan-bahan :



1. Makaroni elbow 150 gr

2. Minyak sayur 1 sdm

3. Air untuk merebus secukupnya

4. Garam 2 sdt 

4. Fillet ikan tuna 100 gr

5. Susu segar 300 ml

6. Keju cheddar parut 100 gr

7. Bawang bombay 100 gr

8. Pala bubuk 1/4 sdm

9. Lada hitam bubuk 1/4 sdm

10. Rosemary leaves 1/2 sdm ( sesuai selera )

11. Telur kocok lepas 1 butir



Untuk taburan :

Keju cheddar parut 50 gr



Metode :

1. Rebus makaroni dengan air sampai terendam. Tambahkan 1 sdt garam dan minyak sayur

2. Setelah makaroni setengah matang, angkat dan tiriskan, kemudian sisihkan.

3. Panaskan panci, masukkan 1 sdm mentega tawar biarkan hingga meleleh. 

4. Masukkan bawang bombay cincang kasar, tumis hingga harum.

5. Masukkan fillet tuna yang sudah dipotong sesuai selera, tumis hingga matang.

6. Tambahkan susu, keju parut, 1 sdt garam, pala dan lada. Aduk hingga tercampur rata.

7. Biarkan hingga mengental, kecilkan api kemudian masukkan makaroni.

8. Aduk hingga tercampur rata, matikan api dan biarkan 10 menit.

9. Masukkan rosemary leaves dan telur yang sudah dikocok. Aduk hingga tercampur rata dan sisihkan.

10. Panaskan oven selama 15 menit dengan suhu 210’C

11. Siapkan wadah tahan panas, oleskan permukaan wadah dengan mentega.

12. Masukkan adonan makaroni, taburi permukaannya dengan keju parut.

13. Panggang makaroni selama kurang lebih 30 menit atau hingga keju berwarna kecoklatan

14. Sajikan 

September302012

Otel Lobby

Unik, kesan itulah yang pertama kali akan anda rasakan begitu menginjakkan kaki di tempat ini. Sesuai dengan namanya yang diambil dari kata hotel lobby, maka yang menarik adalah Otel Lobby berhasil memindahkan suasana sebuah lobi hotel lengkap dengan segala detail seperti tumpukan beberapa buah koper, sofa nyaman dan juga meja resepsionis pada saat anda memasuki tempat ini.
Meskipun baru saja berdiri pada bulan Oktober 2011, namun Otel Lobby sudah cukup mencuri hati beberapa komunitas foodie di Jakarta.


Nuansa kayu dan penggunaan warna seperti hitam dan abu-abu, membuat Otel Lobby terkesan hangat dan klasik.
Salah satu bagian menarik adalah adanya beberapa sofa bundar berbentuk setengah lingkaran yang menghiasi beberapa bagian dari tempat ini sehingga anda dapat menikmati makanan anda bersama grup teman atau pasangan dalam suasana yang intim.
Jika anda menginginkan suasana yang lebih santai saat menikmati makan pagi atau segelas kopi atau teh di sore hari maka area outdoor dapat anda jadikan pilihan.

Sebagai menu pembuka, maka Wagyu Cheese Spring Roll akan membuat anda ingin terus mengunyah tanpa henti. Perpaduan rasa gurih dan renyah dari spring roll ini akan disajikan dengan home made sauce yang fresh karena khusus dibuat oleh Otel Lobby.


Jika anda menginginkan sesuatu yang berbeda dan tidak biasa, maka Roasted Beet Salad yang disajikan dengan keju ricotta dan taburan kacang dapat anda jadikan alternatif pilihan.  



Untuk makanan utama, maka Bistro Burger dengan porsi yang cukup besar dengan daging yang juicy merupakan salah satu menu yang wajib anda coba dari Otel Lobby.


Untuk anda penyuka ikan, maka jangan lewatkan Roasted Barramundi yang disajikan dengan lemon potato dan spinach.

OTL- Fried Chicken Bucket menjadi salah satu menu andalan selanjutnya dari Otel Lobby. Potongan ayam goreng yang renyah ini disajikan dengan Parmagiano-Jalapeno Biscuit dan juga Coleslaw.
Daging ayam yang di marinate dengan sempurna sebelum digoreng ini terasa sangat juicy karena bumbu meresap sampai ke gigitan terakhir anda.

Sebagai makanan penutup, maka Orange Vanilla Pannacota ataupun Chocolate and Cherry Pudding with chocolate sauce merupakan pilihan yang tepat untuk menutup serangkaian pesanan anda.

Untuk anda penyuka cocktail, maka Otel Lobby memiliki serangkaian pilihan cocktail dan mocktail yang khusus dibuat salah satunya oleh Ben Browning seorang mixologist yang beberapa kali memenangkan penghargaan dan sudah diakui untuk skala Internasional.

( Burning Mandarin )


( Espress-Yo-Love )

Salah satu konsep yang sangat menarik dan diterapkan oleh Otel Lobby adalah “Locavore yaitu  makanan yang dibuat dari bahan-bahan lokal” dimana hampir seluruh bahan baku seperti saus tomat, sambal sampai dengan roti hingga kentang goreng yang digunakan, dibuat sendiri oleh Otel Lobby dengan bahan-bahan yang didapatkan hampir sebagian besar didapatkan dari petani lokal. Sebuah filosofi “ From farm to the kitchen” yang diusung oleh Otel Lobby sangat menarik tentunya, selain untuk mendapatkan kualitas yang selalu terjaga karena hanya menggunakan bahan-bahan yang segar, hal ini sekaligus dapat mensejahterakan para petani lokal.

Otel Lobby merupakan salah satu tempat yang dapat anda jadikan alternatif pilihan untuk menghabiskan malam Natal atau Tahun Baru anda, pastikan anda melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum anda berkunjung ke tempat ini. Selamat mencoba!!


Otel Lobby
http://www.otellobby.com/
The Annex Building of Bakrie Tower
Epicentrum-Kuningan Jakarta Selatan
Reservasi :
021-299 41324
021- 5610 0361
The Annex Buildi

← Older entries Page 1 of 7