Jatuh Cinta pada Suapan Pertama
Ga pernah ada kata terlambat, meskipun nasi sudah menjadi bubur maka anda hanya perlu sedikit kreatif dalam menyajikannya. Tambahkan saja cakwe, sedikit kuah kaldu, suwiran ayam dan segala pelengkap lainnya, maka jadilah semangkuk bubur ayam.
Dapat dikatakan bubur ayam telah “naik kelas” menjadi lebih dari sekedar makanan untuk orang yang sedang sakit. Berbagai macam variasi bubur pun dapat anda nikmati di Jakarta. Mulai dari bubur Cirebon yang menggunakan kuah berwarna kuning, bubur Manado yang kaya serat dan mengenyangkan dan kali ini yang akan saya rekomendasikan adalah Bubur Ayam Surabaya.
Ternyata tidak selamanya jatuh cinta dari mata turun ke hati, karena hari ini saya jatuh cinta pada suapan pertama. Bubur yang dilengkapi dengan potongan ati dan ampela, taburan bawang goreng dan daun bawang, suwiran ayam, cakwe dan kuah bening sebagai pelengkap disajikan dengan kerupuk dan sambal super pedas yang menambah kaya rasa dari bubur ayam yang membuat saya ga bisa berpaling lagi ke bubur lainnya.

Jika anda tidak menyukai bubur yang berkuah, maka anda dapat meminta kuah tersebut disajikan terpisah, tips dari saya coba campur sedikit demi sedikit kuah untuk bubur karena disinilah kunci dari keseluruhan perpaduan rasa dan tentunya sambal yang disediakan pun wajib anda gunakan dalam meramu bubur ini.
Bubur ayam Surabaya terletak di dalam area bintaro nine walk. Jika anda kesulitan menemukan warung tenda bubur ayam Surabaya, maka letak persisnya adalah di belakang Mcdonald sektor 9 Bintaro jaya dan berada di sebelah warung Nasi Uduk pada bagian jajanan kaki lima yang menggunakan tenda semi permanen
Ingin merasakan jatuh cinta pada suapan pertama? Yuk dicoba bubur ayam surabaya favorit saya ini dan hmmm saya jamin anda akan sulit untuk berpaling ke bubur lainnya.
Selamat mencoba!
Bubur Ayam Surabaya
Area ninewalk sektor 9 Bintaro Jaya
Jam operasional : Dimulai dari sekitar jam 7 malam
Harga : satu mangkuk kurang lebih Rp. 10.000,-
Tempat : Area semi terbuka